
Bogor – KlikTernak. Seringkali pas momen Idul Adha, kita saking semangatnya menyiapkan hewan qurban sampai lupa kalau hal paling dasar yang harus diperhatikan adalah kualitas dagingnya. Pernah nggak sih kepikiran, daging yang kita bagikan itu benar-benar layak konsumsi atau justru malah membawa risiko?
Nah, biar ibadah kita makin berkah dan bermanfaat buat sesama, kita harus paham banget konsep ASUH. Konsep ini bukan cuma penting untuk peternak, tapi juga panitia hingga penerima daging qurban.
Apa Itu Konsep ASUH?
Standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) itu bukan sekadar istilah keren, loh. Ini adalah panduan wajib supaya daging qurban kita aman masuk ke dapur siapa pun yang menerimanya. Yuk, kita bedah satu per satu apa itu ASUH:
- Aman: Daging bebas dari bakteri jahat, parasit, atau cemaran kimia berbahaya. Makanya, pemeriksaan oleh dokter hewan sebelum (antemortem) dan sesudah penyembelihan (postmortem) jadi langkah penting untuk memastikan keamanan daging.
- Sehat: Hewan yang dipelihara dengan pakan bergizi dan lingkungan bersih akan menghasilkan daging yang lebih berkualitas. Pastikan hewan terlihat aktif, tidak sakit, dan tidak menunjukkan gejala penyakit.
- Utuh: Utuh berarti daging tidak tercampur dengan bagian lain yang tidak layak konsumsi. Proses penanganan juga harus higienis, mulai dari penyembelihan hingga pembagian, supaya tidak terjadi kontaminasi.
- Halal: Proses penyembelihan wajib sesuai syariat Islam, mulai dari membaca basmalah, menggunakan alat tajam, hingga memastikan hewan benar-benar mati sebelum diproses lebih lanjut.
Kenapa Harus ASUH?
Penerapan standar ASUH bukan sekadar formalitas, tapi punya dampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Daging yang tidak memenuhi standar ini berisiko mengandung bakteri, parasit, atau bahkan penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia.
Selain itu, kualitas daging juga sangat dipengaruhi oleh cara penanganannya. Hewan yang tidak sehat atau stres sebelum disembelih bisa menghasilkan daging dengan kualitas rendah, seperti tekstur keras atau warna yang tidak normal.
Standar ASUH juga memastikan bahwa ibadah qurban dilakukan secara sempurna, tidak hanya dari sisi agama tetapi juga dari sisi kemanfaatan. Jadi, daging yang dibagikan benar-benar membawa berkah, bukan malah menimbulkan masalah kesehatan.
Bagaimana Agar Hewan Qurban Sesuai dengan Standar ASUH?
Supaya hewan qurban benar-benar memenuhi standar ASUH, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
- Pilih hewan yang sesuai syarat
Pastikan hewan cukup umur, tidak cacat, tidak sakit, dan memiliki kondisi fisik yang baik sesuai syariat. - Perhatikan kesehatan hewan
Cek kondisi mata, bulu, nafsu makan, dan gerakan hewan. Selain itu, pastikan juga hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan. - Gunakan teknik penyembelihan yang benar
Pastikan penyembelihan dilakukan oleh orang yang berpengalaman dengan alat yang tajam dan sesuai syariat. - Pisahkan area kerja
Area penyembelihan, pengolahan, dan pembagian daging harus dipisahkan untuk menghindari kontaminasi. - Jaga kebersihan peralatan dan lingkungan
Pisau, talenan, dan wadah harus selalu bersih agar tidak menjadi sumber pencemaran.
Penting banget buat kita semua untuk nggak cuma fokus pada jumlah hewan yang disembelih, tapi juga bagaimana prosesnya bisa memberi manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan. Jadi, yuk kita mulai lebih peduli dengan standar ASUH agar setiap gram daging qurban yang dibagikan benar-benar membawa kesehatan bagi saudara-saudara kita.
Semoga tahun ini qurban kita makin barokah dan sesuai syariat (Klikternak).
Referensi:
- Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Memilih Hewan Qurban Yang ASUH, https://pertanian.slemankab.go.id/qurban-yang-asuh-aman-sehat-utuh-dan-halal/, diakses pada 27/04/2026.
- Universitas Airlangga, Pentingnya Standar ASUH dan Thoyyib dalam Pengelolaan Hewan Kurban, https://unair.ac.id/post_fetcher/sekolah-ilmu-kesehatan-ilmu-alam-pentingnya-standar-asuh-dan-thoyyib-dalam-pengelolaan-hewan-kurban/, diakses pada 27/04/2026.
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.