
Merauke- Klik Ternak. Kesuksesan mencetak anak ayam (DOC) berkualitas bermula dari manajemen pembibitan (Parent Stock) yang disiplin. Fase kehidupan induk ayam dibagi menjadi dua tahap penting: rearing (pembesaran) dan laying (produksi). Pada fase rearing (0-24 minggu), fokus utamanya adalah membentuk kerangka tubuh dan mengontrol bobot badan ayam secara ketat. Standar emas di fase ini adalah mencapai tingkat keseragaman (uniformity) di atas 70%. Memasuki fase laying (25-60 minggu), manajemen pakan dan program pencahayaan (16-17 jam per hari) menjadi kunci agar ayam bertelur maksimal. Untuk induk jantan, mereka dipelihara terpisah di awal dan rasio idealnya dengan betina adalah sekitar 7,5% – 10%. Saat performa kawin mulai loyo di atas umur 45 minggu, peternak biasanya melakukan program spiking (memasukkan pejantan muda baru).
Di peternakan modern, kawin alam perlahan mulai digantikan oleh teknologi Inseminasi Buatan (IB). IB punya keunggulan telak: menghemat jumlah pejantan, memaksimalkan genetik pejantan unggul, dan menekan angka penularan penyakit kawin. Induk jantan dan betina bisa dipelihara dengan aman di kandang baterai individual.
Proses IB pada ayam sebenarnya cukup sederhana namun butuh ketelatenan. Semen jantan dikoleksi dengan teknik pijat di area punggung dan pangkal ekor, lalu dievaluasi di bawah mikroskop untuk melihat pergerakannya (motilitas progresif) dan volumenya.
Setelah diencerkan, semen ini dapat disimpan di suhu dingin 5-10°C dan bertahan selama 4-6 jam. Dosis standarnya adalah 20 hingga 150 juta sel sperma hidup dalam 0,1 mL cairan. Saat melakukan IB ke betina, petugas bisa memasukkannya dangkal lewat vagina (2-4 cm) atau sedikit lebih dalam ke intrauterin (7-8 cm). Rahasia sukses IB terletak pada waktu pelaksanaannya: sore hari adalah waktu terbaik! Saat itu, ayam betina baru saja mengeluarkan telur, sehingga salurannya bersih dan sperma bisa langsung berenang cepat tanpa halangan (Klik Ternak).
Referensi:
- Safitri, E., & Plumeriastuti, H. (2023). Ayam Broiler: Aspek Fisiologi Reproduksi & Patologinya. Surabaya: Airlangga University Press.
Baca Klik Ternak di Google News
Bergabunglah dengan kami di Kanal WhatsApp
